Pada 2005, Kang Roni masih tinggal di Kuningan, Jawa Barat, dan sedang tidak memiliki pekerjaan. Suatu malam ketika hendak nongkrong di pasar, ia bertemu seorang pengusaha yang disamarkan sebagai Pak Asep. Mengetahui Roni sedang menganggur, Pak Asep menawarkan pekerjaan menjaga kios spare part bekas miliknya di Jakarta dengan sistem bagi hasil. Roni menerima tawaran tersebut…
120 Truk dan Tiga Toko Emas: Kesaksian Mbak Yuli tentang Dugaan Pesugihan Anjing Hitam Sang Bos
Pada 2011, Mbak Yuli sedang mengalami masalah rumah tangga hingga akhirnya berpisah dengan suaminya. Anak-anak ikut bersamanya, sementara kebutuhan hidup harus tetap dipenuhi tanpa bantuan yang cukup dari sang suami. Kondisi tersebut membuat Yuli berusaha mencari pekerjaan ke berbagai tempat. Meski beberapa lowongan pembantu rumah tangga tersedia, ia lebih berharap mendapatkan pekerjaan sebagai babysitter. Kesempatan…
Disantet Suami hingga Ritual “Jual Musuh”: Kesaksian Mas Kalis tentang Uang Rp1,3 Miliar di Pemalang
Pada 2012, Mas Kalis bekerja sebagai sopir di salah satu kantor satuan lalu lintas di Pemalang. Saat itu ia kembali bertemu dengan sepupunya yang disamarkan dengan nama Mas Galang, seorang petani nanas madu yang menyewa lahan di daerah cukup jauh dari pusat kota. Dari pertemuan itulah Mas Kalis perlahan masuk ke sebuah rangkaian kejadian yang…
Ritual di Kuburan dan Susuk Qodam: Kisah Teh Melisa Mengejar Kekayaan hingga Diteror Makhluk Ghaib
Pada 2014, Teh Melisa menjalani rumah tangga bersama suami pertamanya dan dua anak yang masih kecil. Sang suami bekerja sebagai kuli bangunan sehingga penghasilannya tidak menentu, sedangkan satu anak mereka masih duduk di TK dan seorang lagi masih bayi. Ketika suaminya lama menganggur, kebutuhan susu, makan, dan uang sekolah membuat Melisa mulai memikirkan cara untuk…
Tiga Santri Meninggal Setelah Diberi Uang: Kesaksian Mbak Fatimah tentang Dugaan Ritual Gelap di Pesantren Terpencil
Pada awal 2017, Mbak Fatimah baru saja lulus SMP dan sebenarnya ingin melanjutkan pendidikan ke salah satu SMA favorit bersama teman-temannya. Namun sang ibu, yang dipanggil Umi, mempunyai rencana lain. Demi pendidikan agama dan kedisiplinan, Fatimah diminta melanjutkan sekolah sambil mondok di sebuah pesantren yang direkomendasikan oleh pamannya di salah satu daerah Jawa Barat. Pesantren…
