Teh Upi berangkat ke Jakarta tahun 2024 dengan niat sederhana: merantau, cari kerja, dan menyusun ulang hidup dari nol. Keluarganya menyarankan satu hal agar ia tidak tersesat di ibu kota—tinggal saja sementara di tempat Teh Cici, kerabat yang usianya tak beda jauh sehingga lebih sering dipanggil “teteh” ketimbang “tante”. Dugaan Teh Upi, tempat tinggal itu…
PAKAI BANYAK JIMAT, DIGULUNG 30 ORANG TETAP UTUH: KISAH KANG PIPIH DON TIGER & KANG OKI BALDI, MANTAN RAJA JALANAN BANDUNG YANG KINI HIJRAH
Malam itu, Kota Bandung jadi latar sebuah obrolan yang terasa seperti pintu menuju masa lalu. Tim Malam Mencekam mengajak dua narasumber yang pernah jadi “nama besar” di jalanan: Kang Pipih Don Tiger dan Kang Oki Baldi—dua figur dari kubu berbeda yang dulu saling berseberangan, tapi sekarang duduk satu mobil, bicara dengan kepala dingin. Mereka sepakat…
SATE BURUNG HANTU YANG TAK PERNAH LAKU: DOA ISTRI MEMBUAT JALAN GELAP KANG RAHMAT SELALU GAGAL
Kang Rahmat menyebut tahun 2014 sebagai tahun ketika hidupnya benar-benar berdiri di bibir jurang. Bukan karena ia kurang kerja keras, tapi karena utang menumpuk, usaha runtuh satu per satu, dan kebutuhan rumah tangga makin hari makin menyesakkan—sampai urusan paling sederhana seperti susu untuk anak pun terasa mahal. Semuanya bermula jauh lebih awal. Ia menikah setelah…
BMW, DUIT 3 MILIAR, DAN SUSUK “KONDE TERANG BULAN”: KISAH MEI YANG JADI PRIMADONA KARAOKE, TAPI BERAKHIR TRAGIS
Mbak Ais mengalami babak ini di tahun 2020, setelah kejadian sebelumnya yang membuatnya dan Mei nyaris terjun ke jurang saat menumpang mobil Mas Dito. Mereka selamat karena mobil tertahan pohon, lalu dibantu teman Mas Dito dari Kediri hingga akhirnya bisa pulang ke Jawa Barat untuk menenangkan diri. Tapi ternyata, teror tidak berhenti di situ—hanya berganti…
HALAL-HARAM BELAKANGAN: TIGA SAHABAT PAKAI PENGLARIS “SILUMAN ULAR”, BERANGKAT HAJI PAKAI UANG GAIB, BERUJUNG MAUT DAN KUBURANNYA CUMA KEDEBOK PISANG
Mas Ari sudah puluhan tahun hidup dari pasar. Jualan sayur, jual cabai, ngerasain naik-turun rezeki yang kadang bikin kepala panas, tapi tetap ia jalanin dengan cara yang ia yakini aman. Tahun 2017, Mas Ari punya tiga sahabat dekat: Apoy, Joni, dan Iwan. Mereka sama-sama pedagang keliling di Jakarta—beda gerobak, beda rute, tapi satu nasib: dagangan…
