Tahun 2017, Mbak Sri baru lulus SMA di Jawa Tengah. Hidupnya lagi kosong—nganggur, bingung mau mulai dari mana—sampai bibinya yang kerja di Bekasi menelpon dan menawarkan pekerjaan di perusahaan catering besar. Bukan catering rumahan, tapi catering yang melayani banyak pabrik, skala produksinya ribuan box per hari, dan katanya gajinya lumayan karena makan, sabun, sampai kebutuhan…
PREMAN TERKUAT DI IBUKOTA: AJIAN GELAP SAYUTO YANG MEMBUAT MAS KIRMAN “TAK TERSENTUH”, SAMPAI PANTANGAN ITU IA LANGGAR
Mas John menyimpan kisah ini sejak lama—sejak tahun 2001, saat hidupnya masih berputar di kabin truk engkel, tidur di bak belakang, dan bangun dengan mata perih demi ngejar target bos. Ia bukan preman, bukan jagoan jalanan. Ia sopir yang kebetulan sering “kesenggol” urusan mistis, seolah ada magnet yang membuat kejadian aneh datang sendiri menghampiri. Tahun…
RIBUT SENGKETA TANAH BERAKHIR JANIN 7 BULAN JADI “TUMBAL”: TEROR SEKTE GAIB DI DESA X YANG NYARIS MENGHANCURKAN KELUARGA
Mas Gilang tidak pernah menyangka, masa pacaran yang seharusnya manis justru jadi pintu pertama ia mengenal rasa takut yang tidak wajar. Tahun 2016, saat ia masih berstatus pacar dari Amel, ia sering mendengar cerita-cerita aneh tentang rumah keluarga Amel—bukan cerita setahun sekali, bukan sebulan sekali, tapi nyaris tiap hari, seperti rumah itu memang tidak pernah…
PESUGIHAN PEMAIN BILIAR: DEMI JADI “RAJA BAR”, MAS OJI HAMPIR MENUKAR KELUARGA DENGAN TUMBAL IBU RATU ULAR DI GOA X
Di Cirebon tahun 2018, dunia biliar sedang panas-panasnya. Bukan sekadar hobi, tapi sudah jadi arena pembuktian—siapa yang paling jago, siapa yang paling ditakuti, siapa yang pulang bawa duit. Di tengah riuh itu, ada Mas Oji, anak muda yang awalnya cuma ikut-ikutan teman, lalu jatuh terlalu dalam sampai lupa pulang. Semakin sering main, semakin besar taruhannya….
Sampai Konsumen Mual-Mual dan Marah: Warung Nasi Goreng Ini Terbongkar Pakai “Bumbu” Ritual Pesugihan
Tahun 2008, Mas Nasim sedang nganggur di Cirebon ketika temannya—Jono—menelpon dan menawarkan kerja di Bekasi. Katanya cuma warung nasi goreng, kerja bantu-bantu, lumayan buat isi perut. Mas Nasim ikut berangkat tanpa banyak tanya, karena yang ia butuhkan saat itu sederhana: kerja dulu, urusan lain belakangan. Sesampainya di Bekasi, Mas Nasim baru tahu warung ini bukan…