Tahun 2013, Mbak Indah memulai harinya sebagai SPG alat dapur kelas menengah ke atas. Sistem kerjanya door to door, targetnya besar, dan tiap pekan selalu ada briefing yang terasa seperti pengadilan kecil: siapa yang gagal, dipanggil, ditanya, lalu dipermalukan di depan banyak orang. Mbak Indah bukan tidak berusaha. Ia sudah mencoba berbagai cara, tapi harga…
“50% BOS TRUK PAKAI CARA MISTIS”: KESAKSIAN MAS ALDO TENTANG PESUGIHAN GENDERUWO, TUMBAL SOPIR, DAN ARMADA YANG TERUS BERTAMBAH
Mas Aldo membuka ceritanya dari tahun 2009, saat seorang teman sekolah lama tiba-tiba datang mencari pekerjaan. Temannya Joko (nama samaran) waktu itu sedang terjepit ekonomi, nganggur lama, rumah tangga retak, bahkan hampir bercerai karena kebutuhan hidup makin menekan. Mas Aldo yang berprofesi sebagai sopir truk kasihan dan akhirnya mengajak Joko kerja sebagai kenek, sekadar supaya…
JERITAN DARI DALAM TANAH: AMBISI MAS RULLY MENGEJAR ILMU ROGO JIWO, SAMPAI “TOPO KUBUR” YANG MEMBUATNYA MENYERAH
Tahun 2022, Mas Rully sedang ramai order keris. Ia bahkan sempat seminggu berada di Yogyakarta, berkutat dengan transaksi, kolektor, dan dunia perkerisan yang baginya bukan sekadar hobi—tapi jalan hidup. Di tengah kesibukan itu, istrinya (Lisa) menelepon dari rumah: ingin mulai jualan di TikTok, memanfaatkan barang-barang yang ada di peti koleksi Mas Rully. Awalnya Mas Rully…
KAWIN SAMA ULAR, PABRIK KERUPUK KULIT MENDADAK TAJIR: KESAKSIAN MAS TIO YANG DIBEBANI TUMBAL ISTRI SIRI BOSNYA
Tahun 2011, Mas Tio masih anak muda dari Indramayu yang hidupnya serabutan—kerja apa saja yang penting bisa makan. Suatu hari pamannya yang merantau di Bojonegoro menelepon dan menawarkan pekerjaan di pabrik pengolahan kulit sapi kering, yang di Jawa sering disebut krecek. Mas Tio mengiyakan, tapi ia tak punya ongkos. Pamannya mentransfer uang perjalanan, dan berangkatlah…
ANAK JIN DIADOPSI, JURAGAN AYAM MENDADAK MILIARAN: KISAH BONEKA ARWAH YANG BERUJUNG PETAKA
Mas Sugi bercerita, tahun 2018 ia sempat tinggal di Bali dan dikenal sebagai terapis sekaligus herbalis. Suatu hari ia dihubungi temannya—sebut saja Yanto—yang terdengar panik karena keluarganya jatuh sakit berkepanjangan, sudah bolak-balik medis maupun “orang pintar” tapi tetap buntu. Mas Sugi akhirnya berangkat, menempuh perjalanan panjang, dan diminta tinggal di rumah Yanto karena sudah dianggap…
