Mbak Dewi mengalami masa paling gelap dalam hidupnya di rentang 2006–2007. Saat itu ia dikenal sebagai pengusaha furnitur yang sedang Berjaya produksi kayu jati berjalan, pesanan luar kota masuk, bahkan ia sempat mencoba peruntungan ke Jepara. Dalam sebulan, omzetnya bisa tembus ratusan juta, dan di rumah produksi pun masih sanggup menggerakkan banyak karyawan. Masalah bermula…
KAFE PALING RAMAI DI PINGGIR PANTAI BALI, DAN RAHASIA LEAK YANG MENGINCAR MBAK AIS
Ada tempat-tempat yang tampak biasa saja kalau dilihat siang hari jejeran kafe di pinggir pantai, kursi kayu, meja sederhana, lalu suara musik yang terdengar samar dari kejauhan. Tapi Mbak Ais bersumpah, salah satu kafe di deretan itu punya “ramai” yang tidak wajar. Bukan cuma ramai oleh tamu. Ramai oleh sesuatu yang tak kasat mata. Mbak…
DIKASIH UANG 5 MILIAR DARI SILUMAN KERA: PESUGIHAN PANTAI SELATAN YANG MENGAMBIL IBU, SAHABAT, DAN SISA HIDUP ANDI
Tahun 2013, Mas Ryanto (samaran) dari Semarang didatangi seorang kenalan bernama Andi. Mereka bukan sahabat dekat, hanya saling kenal, tapi Andi datang dengan wajah yang jelas sedang runtuh. Ia tengkulak sayur—menampung hasil panen petani lalu mengirimkannya ke pasar—dan di balik rutinitas itu, ia menggendong hutang ke mana-mana: rentenir, tetangga, sampai sesama tengkulak. Andi tidak datang…
KECANDUAN MAIN JELANGKUNG: EMPAT SEKAWAN CARI NOMOR GAIB, DAPAT DUIT “NGGAK NORMAL”, TAPI NYARIS KEHILANGAN NYAWA
Kang Daud menyebut kisah ini terjadi di awal 2000-an, saat ia dan tiga sahabatnya masih bujangan masa “nakal-nakalnya anak muda” yang suka nongkrong, gitaran, dan mulai coba rokok. Mereka bukan anak orang berada. Jajan seadanya, rokok pun rokok murah, sementara di sekitar mereka ada teman sebaya yang hidupnya terlihat jauh lebih enak: sudah bisa bawa…
“AKU NGGAK BOLEH SHOLAT”: PESUGIHAN SILUMAN ULAR YANG MENGUBAH KAFE MBAK DEWI JADI MESIN UANG—LALU MENGAMBIL ANAK, KARYAWAN, DAN SUAMINYA
Mbak Dewi memulai hidupnya seperti keluarga lain pada umumnya: merintis usaha kecil, jatuh-bangun, lalu pelan-pelan naik. Sekitar tahun 2014, usahanya berkembang pesat. Ia membuka kafe demi kafe di Surabaya, menambah cabang sampai sekitar tujuh titik. Omzetnya pada masa itu bisa tembus belasan juta sehari, terutama kalau malam minggu. Rumah, mobil, motor, gaji karyawan—semuanya terasa mungkin,…
