Kang Dedi mengira perantauannya ke Jakarta akan jadi titik damai. Setelah bertahun-tahun bergelut dengan urusan “barang bertuah” yang bikin tenaga dan pikiran habis, ia memilih berhenti. Ia ingin hidup realistis: kerja yang jelas, ibadah yang terjaga, dan hati yang lebih tenang. Di Jakarta Selatan, Kang Dedi diajak temannya jadi marbot di masjid besar sekitar Rasuna…
TIGA TURUNAN DIINCAR SANTET BRAJA: PEREBUTAN LAPAK YANG BERUJUNG KUTUKAN KELUARGA MBAK RARA
Tahun 2023, Mbak Rara baru lulus SMA dan banyak menghabiskan waktu di rumah sambil menunggu ujian masuk kuliah. Ia tinggal serumah dengan kakek–nenek, papa–mama, dan dua adiknya. Kakeknya sudah berusia 72 tahun, tapi semangat dagangnya masih menyala—jiwa wirausaha yang katanya memang turun-temurun di keluarga mereka. Sore itu, mama meminta Rara menjaga rumah sebentar. Kakek mau…
DEMI RP100 JUTA, BU IMAH PERNAH HAMPIR “MENJUAL” JANIN NAMUN SETIAP RITUALNYA SELALU GAGAL
Bu Imah lahir dari keluarga sederhana, tumbuh dalam hidup yang dari kecil sampai besar rasanya tidak pernah benar-benar lapang. Ia sempat percaya, pernikahan akan jadi pintu bahagia—hidup lebih enak, kebutuhan tercukupi, dan ada sandaran. Tapi yang ia terima justru sebaliknya: penderitaan yang seperti tidak ada habisnya. Suaminya tidak bekerja dan memaksa Bu Imah banting tulang….
“PESUGIHAN NON-TUMBAL”: PENGUSAHA BAKSO & KONTRAKTOR INI DITOLONG IBU RATU KIDUL, UTANGNYA LUNAS TANPA PERJANJIAN
Tahun 2002, Kang Saleh sedang begadang menyelesaikan naskah company profile di rumahnya di Jakarta. Pukul setengah dua malam, saat mata sudah berat dan ruang tamu tinggal remang lampu, ia melihat sekelebat bayangan putih bolak-balik di depan jendela. Ia mengira kucing. Tapi ketika lampu dipadamkan dan pintu ditutup, tiga sosok muncul jelas di belakang pintu: satu…
VIRAL DAN BLAK-BLAKAN: PENGANTIN “TUMBAL” JIN LAUT PUNGGUNGNYA BERSISIK, MATANYA HIJAU
Bu Dian sudah puluhan kali menangani rias pengantin. Ia hafal pola: calon pengantin biasanya deg-degan, tangan dingin, kadang mual, kadang menangis. Tapi kisah tahun 2019 ini berbeda. Bukan sekadar gugup—melainkan seolah ada sesuatu yang hidup di balik kulit sang pengantin, menunggu waktunya menunjukkan wujud. Semua bermula dari telepon seorang teman di Jawa Tengah—sebut saja Neng…
