Pada 2010, Ibu Masito masih tinggal di Bandung bersama suami dan dua orang anaknya yang duduk di kelas lima dan enam sekolah dasar. Kehidupan rumah tangga mereka awalnya berjalan cukup nyaman karena sang suami bekerja di bidang pembiayaan dan mempunyai penghasilan yang mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Keadaan berubah ketika perusahaan tempat suaminya bekerja mulai mengalami…
Dari Wiro Sableng hingga Pengalaman Ghaib: Perjalanan Hidup Mas Kenken di Balik Dunia Perfilman
Pada awal 1990, Mas Kenken memasuki industri perfilman bukan dengan cita-cita menjadi aktor, melainkan sekadar ingin memperoleh pekerjaan. Seorang kenalan memperkenalkannya kepada perusahaan produksi film, lalu ia diterima sebagai asisten unit yang bertugas membantu kebutuhan pemain, konsumsi, perizinan lokasi, dan berbagai urusan teknis selama proses produksi berlangsung. Pekerjaan tersebut membuat Mas Kenken sering berada di…
Terancam Masuk Penjara, Mas Dewo Nekat Menjalani Pesugihan Ayam Selap di Gunung Srandil
Pada 2010, Mas Dewo bekerja di sebuah koperasi simpan pinjam di Yogyakarta. Saat itu usianya baru sekitar 23 tahun dan telah mempunyai seorang anak berusia tiga tahun. Bersama manajer serta beberapa rekan kerja, ia terlibat dalam permainan pencairan pinjaman menggunakan jaminan yang tidak sesuai aturan. Kecurangan tersebut memungkinkan fotokopi sertifikat maupun dokumen kendaraan digunakan seolah-olah…
Mobil Mewah Berjejer, tetapi Kuburannya Dipenuhi Air: Kisah Kelam Bos Proyek Pengaspalan
Pada 2012, Mas Apud memutuskan meninggalkan pekerjaannya sebagai sales rokok karena merasa tidak nyaman dengan target yang terus meningkat. Setelah menghitung tabungan dan kebutuhan hidup, ia mulai menghubungi teman-temannya untuk mencari pekerjaan baru. Kesempatan akhirnya datang melalui kakak iparnya yang menawarkan posisi administrasi di sebuah perusahaan proyek pengaspalan. Mas Apud diterima setelah menjalani wawancara singkat…
Kekayaan Rp30 Miliar dan Tumbal Proyek Properti di Bandung
Kisah ini disampaikan oleh Kang Rian dan bermula pada tahun 2015, ketika ia masih bekerja di salah satu jaringan minimarket besar di Indonesia. Setelah tiga tahun bekerja, ia sempat dipercaya menjadi pemimpin toko, tetapi pemindahan ke cabang lain justru mendatangkan banyak masalah. Barang-barang sering hilang, hubungan antarkaryawan tidak harmonis, dan gajinya terus dipotong untuk menutup…
