Pada 2005, Kang Ikhsan sedang berada di tahap akhir kuliah setelah melewati perjalanan pendidikan yang tidak mudah. Ia berasal dari keluarga petani dan sejak kecil sudah terbiasa berusaha membantu dirinya sendiri dengan berjualan permen, stiker, hingga kaus. Setelah kedua orang tuanya berpisah, Ikhsan tinggal bersama ibunya yang terus berusaha menyekolahkannya setinggi mungkin meskipun kondisi ekonomi…
Usaha Hancur hingga Masuk Pasar Ghaib: Kesaksian Mas Anton Menjalani Ritual Pesugihan dengan Sepasang Gagak
Pada 2016, Mas Anton memulai usaha sebagai sales freelance yang memasarkan minyak goreng rencengan dan gula rencengan menggunakan sepeda motor. Setiap hari ia berkeliling dari pasar ke pasar, menawarkan barang ke toko semi grosir dan grosir. Penjualan berjalan cukup baik hingga dalam sekitar delapan bulan ia bisa membeli kendaraan roda tiga untuk mengangkut pesanan yang…
Pernah Jadi Petinggi Satanik Asia: Kesaksian Bang Mongol tentang Ritual Kekayaan, Baal, dan Dunia Sekte
Bang Mongol mengaku pernah menghabiskan sekitar sembilan tahun berada di lingkungan organisasi satanik, mulai dari masa sebagai simpatisan hingga akhirnya menjalani pentahbisan. Menurut penuturannya, sekitar tujuh tahun dari periode tersebut dijalani setelah ia resmi masuk dalam struktur organisasi. Ia bahkan menyebut pernah berada dalam jajaran leadership committee untuk kawasan Asia dan menjadi orang kedua dalam…
Utang Rp20 Juta hingga Anak Hampir Jadi Tumbal: Kesaksian Mas Budi tentang Dugaan Pesugihan Toko Bangunan di Tegal
Pada 2005, Mas Budi menjalankan usaha kerajinan rumahan di Tegal yang diwariskan dari orang tuanya. Ia membuat berbagai perlengkapan berbahan aluminium dan seng seperti langseng, loyang, hingga kebutuhan pedagang angkringan. Usaha tersebut sempat berkembang cukup baik dengan sekitar enam toko langganan dan dua orang karyawan yang membantunya menyelesaikan pesanan. Untuk mendapatkan bahan baku, Budi melanjutkan…
Mati Suri di Parangtritis hingga Melihat Warga Ghaib Saranjana: Perjalanan Mistis Bang Bopak Castello
Jauh sebelum dikenal sebagai Bopak Castello, perjalanan hidupnya dipenuhi masa-masa sulit. Ia mengaku pernah hidup berpindah-pindah, menumpang di rumah teman, bekerja apa saja, dan tetap berusaha bersekolah meskipun kondisi ekonomi sangat terbatas. Setelah ayahnya meninggal di Kalimantan, Bopak ikut keluarga dari pihak ibu ke Jakarta. Pada masa remaja ia bahkan sempat meninggalkan rumah kerabat dan…
