Di pasar besar, persaingan kadang bukan cuma soal harga dan kualitas barang. Ada yang memilih jalan gelap—menutup rezeki orang lain lewat cara mistis, supaya pelanggan pindah tanpa sadar. Itulah yang disaksikan Mas Awi, petugas kebersihan pasar yang sudah bertahun-tahun hidup di antara debu, sampah sayur, dan cerita-cerita yang orang awam sering anggap mitos. Kejadian ini…
DUIT SETAN DIMAKAN JIN: RITUAL 6 MILIAR UNTUK LC & DISKOTIK, BERAKHIR NYAWA ANAK DAN RUMAH YANG JADI ABU
Mas Yoga tidak pernah menyangka, pertemanan memancing yang selama ini hangat justru menyeretnya ke cerita paling pahit dalam hidup. Tahun 2006, ia punya sahabat dekat—Miskad (nama samaran)—yang sudah seperti saudara sendiri. Biasanya mereka rutin ketemu di pelabuhan atau spot mancing, tapi beberapa bulan belakangan Miskad menghilang. Sampai suatu malam sehabis magrib, rumah Mas Yoga diketuk,…
OKNUM PEJABAT, PNS, DAN “ORANG INSTITUSI” GABUNG SEKTE DANA GHAIB: KESAKSIAN KANG ATUR YANG DIPAKSA IKUT RITUAL JIN
Kang Atur memulai semuanya sebagai pengusaha pakaian jadi. Tahun 2011 ia merintis jualan di pasar kampung yang bukanya seminggu sekali. Ia bukan cuma punya satu kios—totalnya sampai lima pasar, bahkan sempat bertambah jadi enam. Dua hari dalam seminggu dipakai untuk belanja stok, sisanya keliling pasar. Di masa itu, usahanya pernah menginjak puncak kejayaan: omzet jutaan,…
Omzet Bubur Ayam Meledak Sampai 7 Juta Sehari: Penglaris “Air Tak Suci” yang Berujung Nyawa Istri
Mas John masih ingat betul, tahun 2016 itu ia masih aktif jadi sopir. Hari Minggu biasanya ia ada di rumah—waktu buat istirahat, kumpul keluarga, dan lepas capek setelah sepekan di jalan. Pagi menjelang siang, ada tamu datang: Mas Thayib, teman lamanya, datang lengkap bersama istri dan dua anak. Mereka makan bareng, ngobrol ngalor-ngidul, sampai akhirnya…
Nyembah Dewi Lanjar, Nggak Pake Lama Kaya Mendadak: Kisah Pedagang Buah Bogor yang Hidupnya Naik-Down Gara-gara Nikah Gaib
Tahun 2000, Mas Cipto kerja di pos buah di Bogor. Sistemnya “store”: buka sejak subuh dan pulang malam, lalu setor hasil jualan ke bos. Capeknya luar biasa, tapi Mas Cipto sudah biasa—yang penting ada penghasilan dan bisa pulang kampung beberapa bulan sekali. Suatu kali pulang ke Cirebon, Mas Cipto ketemu teman lamanya, Ijal. Ijal nganggur…
