Mas Marcel mengira hidupnya sudah mulai lurus setelah melewati masa-masa kelam yang bikin badan ambruk sampai sembilan hari. Tahun 2023, ia pelan-pelan bangkit lagi: kerja jadi tukang pijat panggilan, sambil merintis UMKM bikin batu bata dari abu sampah plastik. Hidupnya sederhana, tapi setidaknya ia merasa kembali punya arah. Di tengah rutinitas itu, sebuah pesan WhatsApp…
UDAH KAYA TAPI PELIT, SUSAH MENINGGAL: PESUGIHAN MONYET PUTIH GUNUNG GALUNGGUNG YANG MENELAN IBU TEH RITA
Teh Rita tumbuh di kampung yang jauh dari keramaian, tempat rumah-rumah masih sederhana dan akses ke pasar pun terasa seperti perjalanan jauh. Dulu keluarganya sempat punya warisan, tapi habis perlahan karena tak ada penghasilan yang benar-benar menetap. Ayah Teh Rita punya dua istri. Ibu Teh Rita adalah istri kedua—dan yang paling sering menanggung beban. Karena…
BUSET… NASI GORENGNYA LARIS GILA, TERNYATA “MEMELIHARA” HAMPIR SERIBU ANAK JIN JURIG CAI JANGGITAN
Awalnya Mas John cuma pengin hidupnya cukup. Tahun 2010, dia masih kerja sebagai sopir, sementara istrinya buka warung nasi goreng kecil di depan rumah—pinggir jalan, ada sedikit halaman, jadi enggak perlu dorong gerobak seperti pedagang lain. Omzetnya standar, tapi buat mereka itu sudah lumayan untuk nambah kebutuhan rumah tangga. Mas John termasuk orang yang enggak…
DI MALAM JUMAT KLIWON, “MEREKA” MINTA TUMBAL: KESAKSIAN TEH ANI KKN DI DESA KEJAWEN YANG PUNYA RITUAL WAJIB
Teh Ani mengikuti program KKN kampusnya dengan perasaan campur aduk—senang karena katanya KKN itu seru, tapi juga khawatir karena sahabatnya, Santi, tipe yang pemalu dan sulit akrab dengan orang baru. Untungnya, mereka satu kelompok. Totalnya dua puluh orang, dan dari awal Teh Ani sudah bertekad bakal jagain Santi supaya tetap nyaman selama di lokasi. Perjalanan…
UDAH KAYAK DEMO SEMBAKO: SATU KAMPUNG NGAMUK GERUDUK PELAKU PESUGIHAN KUNTILANAK DI DESA X
Mas Rully awalnya cuma niat menjalankan kegiatan Jumat Berkah bareng komunitasnya. Mereka patungan, bikin makanan sebanyak mungkin, lalu keliling membagikan ke warga yang membutuhkan. Niatnya sederhana: berbagi, pulang, lalu tidur tenang. Di salah satu desa yang mereka datangi, Mas Rully mampir ke sebuah toko kelontong kecil yang mirip warung Madura. Di situ ada seorang perempuan…