Sejak pertama kali roda mobil rental itu meninggalkan Cirebon malam-malam, Mas Rudi cuma punya satu niat: bekerja. Ini order pertamanya sebagai sopir di usaha rental milik pamannya, dan konsumennya adalah teman sekolah sendiri—Topan—yang terdengar sangat serius saat memesan. Topan bilang ingin pulang sebentar ke Brebes, ke kampung istrinya, Indah. Dua hari saja, sekalian menjenguk suasana…
PELIHARA JIN DI PASAR: PERJALANAN MISTIS KANG ANGGA “JURNAL RISA” MEMBUKA TABIR PENGLARIS, TUMBAL, DAN KERAJAAN GAIB DI BALIK DAGANGAN
Kang Angga tidak lahir sebagai anak yang sejak bayi bisa melihat “yang tak terlihat”. Kemampuannya seperti meletik tiba-tiba—dan ironisnya, pemicunya justru datang dari sebuah momen kenakalan remaja yang membuat ayahnya kehabisan akal. Saat itu ia masih SMA, badung, hampir tiap hari nongkrong di luar rumah, pulang cuma buat ganti baju dan tidur. Suatu magrib, ia…
“BEGITUAN” SAMA JIN, HIDUP SAYA JADI BEGINI: NIKAH GAIB JURAGAN TANAH YANG MENJEBAK MAS ABDUL JADI CALON TUMBAL SILUMAN ULAR
Tahun 2012, Mas Abdul baru lulus sekolah dan mulai cari kerja. Alhamdulillah ia keterima di sebuah minimarket yang siap menempatkan karyawan ke wilayah Cirebon raya. Doanya sederhana: semoga dapat di Kota Cirebon biar dekat rumah. Dan doanya terkabul—tapi justru dari situlah pintu kisah paling gelap dalam hidupnya terbuka. Hari pertama kerja, ia kaget melihat satu…
RAHASIA AJIAN ARJUNA TELON: 17 ISTRI AKUR SATU ATAP, TAPI “KUTUKANNYA” MEMBUAT AJAL SEOLAH MENOLAK DATANG
Mas Damar menyimpan cerita ini bukan untuk dibanggakan, melainkan sebagai peringatan yang ia sendiri baru sanggup ucapkan setelah bertahun-tahun menahan malu, bingung, juga iba. Tahun 2004, saat ia masih kuliah, ia mulai sadar ada sesuatu yang “tidak wajar” dalam keluarga—sesuatu yang selama ini ditutup rapat, tapi lambat laun tak bisa lagi disembunyikan. Ayahnya adalah sosok…
“Makan Tumbal Gratis”: Bos Catering Ini Rekrut Gadis Desa untuk Syarat Pesugihan, dan Mbak Sri Hampir Jadi Nama Berikutnya
Tahun 2017, Mbak Sri baru lulus SMA di Jawa Tengah. Hidupnya lagi kosong—nganggur, bingung mau mulai dari mana—sampai bibinya yang kerja di Bekasi menelpon dan menawarkan pekerjaan di perusahaan catering besar. Bukan catering rumahan, tapi catering yang melayani banyak pabrik, skala produksinya ribuan box per hari, dan katanya gajinya lumayan karena makan, sabun, sampai kebutuhan…