Pada 2019, Mas Iyan mengikuti acara gathering kantor ke Jawa Timur. Sejak perjalanan dimulai, perasaannya sudah tidak tenang dan pikirannya terus tertuju kepada keluarga di rumah. Ia berkali-kali menghubungi sang istri, tetapi teleponnya sulit diangkat. Ketika akhirnya tersambung, istrinya mengatakan bahwa anak pertama mereka sedang mengalami demam tinggi. Sepulang dari acara tersebut, Mas Iyan memilih…
Suami Berubah Menjadi Beruk: Kesaksian Teh Nur Melawan Dugaan Pesugihan Keluarga Bos Beras
Pada 2020, Teh Nur yang saat itu berusia sekitar 25 tahun berkenalan dengan seorang pria bernama samaran Dedy dalam sebuah acara hajatan di desanya. Keduanya sebenarnya masih tinggal di desa yang sama, hanya berbeda blok. Dedy yang saat itu bekerja sebagai sales roti lebih dahulu mendekatinya, meminta nomor WhatsApp, lalu mulai menjalin komunikasi secara intens….
Brio, Pajero, dan Rumah Dibeli Tunai: Kisah Pesugihan Bos Ayam di Gunung Kawi
Pada 2016, kisah Mbak Indah bermula dari pekerjaan ayahnya yang ia panggil Abah di sebuah showroom mobil milik pengusaha bernama samaran Ko Ahong. Abah menjadi salah satu orang kepercayaan pemilik showroom dan kerap diajak melakukan berbagai urusan, mulai dari survei hingga mengambil kendaraan. Pada awalnya bisnis tersebut berkembang pesat, tetapi perlahan mengalami penurunan. Satu per…
Terjerat Utang dan Dendam, Mas Jaja Menyesal Menjalani Pesugihan Cap Darah
Pada 2009, Mas Jaja telah bekerja sebagai pedagang bakso keliling di Jakarta dengan sistem ikut kepada orang lain. Dua tahun kemudian, ia membawa istri dan anaknya tinggal bersama di Jakarta agar keluarga tidak lagi terpisah. Mereka menyewa kontrakan sederhana sekitar Rp500 ribu per bulan dan berusaha bertahan dari penghasilan jualan sehari-hari. Keadaan ekonomi keluarga semakin…
Anak Kandung Terlihat Berubah Menjadi Ayam: Kisah Kang Hendra Mencari Pesugihan hingga Nusakambangan
Pada 2019, Kang Hendra merintis usaha sebagai agen grosir telur ayam. Usaha tersebut berkembang perlahan hingga mencapai masa terbaik sekitar 2021. Penjualan terus meningkat, ia mempunyai tiga kendaraan operasional, dan bisnis yang awalnya sederhana mulai menghasilkan perputaran barang dalam jumlah besar. Memasuki 2022, keadaan berubah. Kang Hendra mengakui pengelolaan usahanya mulai bermasalah dan pada saat…
