Pada 2012, kehidupan Kang Agus berada dalam titik yang penuh kemarahan, kekecewaan, dan rasa kehilangan. Rumah tangganya yang telah berlangsung bertahun-tahun runtuh setelah sang istri pergi membawa anak mereka. Dalam kesaksiannya, luka karena ditinggalkan membuat Kang Agus tidak lagi berpikir jernih dan mulai menganggap kekayaan sebagai satu-satunya cara untuk memulihkan harga dirinya.
Kang Agus mengakui bahwa selama berumah tangga ia kerap berkata kasar kepada istrinya, meskipun tidak melakukan kekerasan fisik. Ia merasa perjuangannya mencari nafkah tidak dihargai, sedangkan sang istri perlahan menjauh dan diduga menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Beberapa surat dari lelaki berbeda pernah ditemukan, tetapi persoalan itu tidak pernah benar-benar diselesaikan sampai istrinya akhirnya meninggalkan kontrakan.
Ia sempat mencari istri dan anaknya ke luar kota selama hampir satu bulan. Ketika bekal habis, Kang Agus terpaksa kembali ke Bandung seorang diri. Di tengah sakit hati, ia bersumpah tidak akan mendatangi kampung halaman istrinya sebelum mampu turun dari sebuah mobil dan menunjukkan bahwa dirinya telah menjadi orang kaya.
Keinginan tersebut ia ceritakan kepada tetangganya, Ibu Nina dan suaminya yang dipanggil Kang Tatang. Dari mereka, Kang Agus diperkenalkan kepada Bubun, seorang lelaki yang biasa mengantar orang menuju tempat pesugihan di Purwakarta. Karena tidak mempunyai pekerjaan, Kang Agus meminjam uang sekitar Rp500 ribu kepada orang tuanya dengan alasan untuk keperluan mencari kerja.
Bersama Bubun, Kang Agus mendatangi sebuah gubuk terpencil di tengah hutan dan bertemu juru kunci bernama samaran Pak Asnan. Setelah mendengar masalahnya, juru kunci itu mengatakan ada beberapa jalan untuk memperoleh kekayaan. Pilihannya adalah mengorbankan orang terdekat, menyediakan korban setiap tahun, atau menikah dengan seorang putri dari bangsa jin.
Kang Agus menolak pilihan yang melibatkan nyawa orang tua, anak, maupun saudaranya. Ia juga tidak menginginkan kewajiban korban tahunan. Ketika diberi tahu bahwa perkawinan dengan putri jin dianggap tidak langsung meminta nyawa manusia, ia memilih jalan tersebut meskipun belum benar-benar memahami akibat yang akan menyertainya.
Seorang tamu lain di rumah juru kunci memperingatkan bahwa tidak ada perjanjian gaib yang benar-benar bebas risiko. Menurut cerita orang tersebut, istri dari alam lain dapat mencampuri kehidupan suaminya, melarang kebiasaan buruk, dan menuntut tanggung jawab jika mempunyai keturunan. Perbedaan waktu antara dua alam juga dikatakan dapat membuat seseorang menghilang berbulan-bulan di dunia nyata ketika hanya merasa pergi sebentar.
Keesokan harinya, Kang Agus berjalan bersama juru kunci menuju lokasi pertapaan yang berjarak sangat jauh. Ia beberapa kali berhenti karena kelelahan, sedangkan sang juru kunci tetap berjalan sambil membawa perlengkapan. Setelah menempuh perjalanan panjang, Kang Agus ditempatkan di sebuah tenda kecil di tengah hutan dan diminta menunggu kedatangan calon pasangan ghaibnya.
Pada malam pertama, Kang Agus berusaha terus terjaga karena ingin melihat sosok itu secara langsung, bukan melalui mimpi. Namun yang datang justru ribuan nyamuk yang menyerang seluruh tubuhnya sampai pagi. Malam berikutnya, sebuah suara misterius menyuruhnya pindah dari lokasi tersebut dan bahkan mengetahui bahwa ia menyimpan air kencing dalam sebuah botol.
Ketika juru kunci datang, Kang Agus menanyakan apakah ada orang lain yang bertapa di sekitar sana. Jawabannya membuatnya merinding karena ternyata ia hanya sendirian. Ia kemudian dipindahkan ke lokasi lain di dekat tebing, dengan batu besar di atas dan jurang gelap di bawahnya.
Setelah beberapa malam tidak memperoleh hasil, Kang Agus tiba-tiba merasa batu di atasnya berubah menjadi langit-langit sebuah ruangan besar. Ia mengaku mendapati dirinya berada di tempat menyerupai penjara yang dipenuhi perempuan bertubuh tinggi. Para penjaganya membawa tombak dan tameng, sedangkan seluruh ruangan dikelilingi jeruji besi.
Dari balik jeruji, seorang perempuan memanggil Kang Agus dan meminta maaf karena tidak dapat menemuinya sebagai calon istri. Sosok itu mengaku sedang dipenjara akibat dianggap berselingkuh karena memandang suami milik perempuan lain. Ia juga mengatakan bahwa rezeki Kang Agus telah dititipkan kepada salah seorang temannya.
Pengalaman tersebut kemudian diceritakan kepada juru kunci. Pak Asnan mengatakan calon istri ghaib Kang Agus tidak dapat hadir karena sedang dihukum. Pada saat yang sama, terungkap bahwa dari uang Rp500 ribu yang diberikan kepada Bubun, hanya Rp300 ribu yang sampai kepada juru kunci. Kang Agus merasa kembali dikhianati oleh orang yang dipercaya mengantarnya.
Dalam keadaan kecewa, Kang Agus pulang dan mencari jalan lain. Ia menemui temannya yang disamarkan dengan nama Dadi, lalu mengajaknya kembali ke lokasi yang sama dengan tujuan berbeda. Kang Agus ingin meminjam uang dari bank ghaib, sementara Dadi ingin menjalankan ritual untuk kepentingannya sendiri. Karena kekurangan biaya, keduanya sepakat patungan membeli perlengkapan.
Pada malam kedua, ketika Kang Agus sedang berbaring, ia merasa sosok tinggi besar berdiri di atas tubuhnya dan mengguncang tangannya. Bacaan doa yang dilafalkannya tidak langsung menghentikan gangguan tersebut. Beberapa saat kemudian, tempat itu tiba-tiba menjadi terang dan muncul perempuan sangat cantik dengan aroma wangi, didampingi makhluk tinggi yang bentuknya menyerupai pecahan kaca bergelombang.
Perempuan tersebut seolah melerai makhluk yang menyerang Kang Agus. Namun Dadi yang mendengar Kang Agus berteriak segera memanggil namanya dengan keras. Kedua sosok itu langsung menghilang dan keadaan kembali gelap. Juru kunci sangat marah karena menganggap Dadi telah membuat utusan pembawa rezeki tersebut pergi sebelum urusannya selesai.
Kang Agus memilih melanjutkan pertapaan seorang diri dengan ditemani orang suruhan juru kunci. Selama tiga hari berikutnya, tidak ada lagi sosok yang datang. Ia akhirnya menyerah dan pulang dengan tangan kosong. Menurut pemahamannya, perempuan cantik yang muncul sebelumnya kemungkinan merupakan utusan calon istri ghaib yang hendak membawa rezeki, tetapi prosesnya telah gagal.
Kegagalan itu tidak membuat Kang Agus langsung berhenti. Ia kemudian pergi ke Gunung Kemukus karena masih penasaran mencari uang gaib. Di sana terdapat syarat ritual terlarang yang melibatkan hubungan dengan pasangan milik orang lain. Karena tidak membawa orang yang memenuhi syarat, Kang Agus mengikuti pengaturan yang tersedia di tempat tersebut, tetapi dampaknya hanya berlangsung sekitar satu minggu.
Sepulang dari Kemukus, sejumlah orang yang tidak dikenalnya tiba-tiba memberi makanan, rokok, buah, dan uang. Keanehan itu segera berhenti sehingga Kang Agus kembali merasa belum berhasil. Ia lalu mendatangi gunung lain di kawasan sekitar Ciwidey bersama seorang teman bernama samaran Cecep, tetapi ritual tersebut kembali berakhir tanpa perjanjian ataupun kekayaan.
Perjalanan terakhir itu juga membawa kejadian buruk. Cecep mengalami luka bakar pada kaki akibat terjatuh dari sepeda motor, tetapi tidak merasakan sakit selama berada di tempat keramat. Setelah pulang, lukanya memburuk dan membuatnya kesulitan berjalan selama sekitar tiga bulan. Kang Agus sendiri mengaku sempat dililit sosok menyerupai ular di bagian leher, meskipun tidak sampai kehilangan napas.
Kini Kang Agus menilai seluruh pengalaman itu telah meninggalkan dampak panjang. Ia kesulitan memperoleh pekerjaan, pernah menjadi pengemudi daring dan pencuci motor, serta beberapa kali tidak mempunyai penghasilan. Pernikahannya berlangsung sampai sekitar sembilan kali, sebagian sangat singkat dan kembali berakhir dengan perpisahan atau perselingkuhan. Ia memiliki lima anak dan pernah tidak makan selama dua hari karena hidup dalam kekurangan.
Dari kisahnya, Kang Agus menyimpulkan bahwa pesugihan tidak membawa kebaikan, baik ketika berhasil maupun gagal. Keinginan membalas sakit hati membuatnya kehilangan waktu, uang, ketenangan, dan kesempatan membangun kehidupan secara wajar. Menurutnya, rezeki sedikit yang diperoleh melalui jalan halal jauh lebih baik daripada kekayaan ghaib yang hanya menjanjikan kemewahan sementara, tetapi meninggalkan penderitaan dan penyesalan berkepanjangan.
Tonton versi lengkap ceritanya di Youtube Malam Mencekam
Kisah nyata lain menanti⦠karena setiap pilihan gelap, pasti punya bayangan panjang.
