Malam selalu punya cara sendiri untuk mengubah jalan raya jadi lorong panjang yang terasa tidak berujung. Dan bagi Mas Syarif, sejak tahun 2011 ketika ia bekerja sebagai sopir ambulans jenazah di sebuah yayasan kemanusiaan di Kota Cirebon, gelap bukan cuma soal minimnya lampu—melainkan soal hal-hal yang kadang ikut menumpang, tanpa izin, tanpa suara. Ia masuk…
PESUGIHAN “KELAS INTERNASIONAL”: PENGAKUAN MANTAN PENGIKUT SEKTE CODEX GIGAS, TEROR DOXING, HINGGA TITIK BALIK MASUK ISLAM
Mas Arka menyebut apa yang ia jalani dulu bukan sekadar “komunitas” atau tongkrongan anak muda yang suka debat agama. Baginya, itu sudah seperti pesugihan—hanya saja bentuknya versi luar negeri, dengan kasta yang berbeda: rapi, mahal, terstruktur, dan terasa punya jaringan yang panjang. Ia masuk bukan karena ingin jadi “pemuja”, melainkan karena tergiur sesuatu yang paling…
PUNYA LAMBORGHINI DAN HARLEY GARA-GARA IKUT SEKTE SATANIC: PESUGIHAN “CODEX GIGAS”
Mas Arka mengira hidupnya hanya sedang berada di fase “pencarian”. Tahun 2016, ia kuliah di Jogja kota yang ramai oleh diskusi, komunitas, dan orang-orang yang gemar membedah gagasan sampai ke akar. Di kepala Mas Arka, dunia terasa seperti papan catur yang bisa dijelaskan lewat logika. Ia pun memilih satu posisi: ateis, tak percaya Tuhan, tak…
TIAP JUMAT PON “ZINA” JADI SYARAT: DUIT BERSERAKAN DI BERANGKAS, TAPI NYAWA SELALU JADI TEBUSAN PESUGIHAN GUNUNG BOLO
Teh Tata mengira ia sudah melewati fase paling gelap ketika uang miliaran pertama kali “muncul” di hidupnya. Ia sempat merasa menang—rumah kebeli, mobil ada, pekerjaan lancar, dunia seolah bertekuk lutut. Tapi ada satu hal yang selalu mengejar dari belakang: perjanjian itu bukan hadiah, melainkan jadwal. Dan jadwalnya tidak bisa ditawar—setiap Jumat Pon, ia wajib naik…
MOTOR NMAX DAN RUMAH 500 JUTA JADI MAHAR SANTET GONDO MAYIT: KESAKSIAN PEDAGANG PASAR MELAWAN JIN
Teh Lia tidak pernah menyangka puncak rezeki justru jadi pintu paling dekat menuju jurang. Tahun 2018, ia sedang “panen” usaha konveksi yang ia bangun dari nol bersama partnernya, Idah. Dari rumah, mereka jualan baju tidur, duster, gamis, setelan rumahan—produk yang kelihatannya sederhana, tapi perputarannya gila karena dicari hampir setiap hari. Awalnya mereka hanya melayani reseller….