Mas DJ Oklay mengenal dunia hiburan sejak masih aktif di bidang seni tari dan sempat mempunyai sanggar sendiri. Dari pekerjaannya sebagai dancer yang kerap tampil di klub malam, ia mulai tertarik melihat profesi DJ. Ketertarikan itu membawanya belajar hingga akhirnya menjadi DJ dan bekerja sebagai residen di sejumlah tempat sejak sekitar 1990.
Di tengah kariernya, Oklay menikah dan dikaruniai dua anak. Namun kehidupan malam yang dijalaninya perlahan menyeretnya ke pergaulan yang menurut pengakuannya sulit dikendalikan. Minuman keras, narkoba, pergaulan bebas, serta berbagai godaan membuat kondisi fisik dan mentalnya memburuk. Ia bahkan mengalami keadaan paranoid hingga memilih berhenti menjadi DJ, mengganti nomor telepon, dan menghindari banyak orang selama lebih dari satu tahun.
Dalam kondisi tersebut, Oklay tinggal bersama istri dan kedua anaknya di sebuah kamar kos sederhana. Ia mencoba memulihkan diri dengan lebih banyak beribadah. Sang istri kemudian mengingatkan bahwa sebagai kepala keluarga ia tetap harus bekerja. Oklay akhirnya menerima pekerjaan sebagai pekerja di usaha batu alam milik seorang teman. Meskipun penghasilannya jauh lebih kecil dibandingkan ketika menjadi DJ, ia mengaku justru merasakan ketenangan dan keberkahan yang berbeda.
Pekerjaan tersebut tidak berlangsung lama karena usaha batu alam akhirnya tutup. Oklay kembali menganggur dan kesulitan mencari pekerjaan lain karena sebagian besar pengalamannya berasal dari dunia malam. Dalam masa kebingungan itu, ia sering menenangkan diri di sebuah masjid dekat pusat perbelanjaan di Cirebon. Di tempat tersebut muncul pikiran untuk mencoba kembali melamar ke sebuah klub malam bernama Mitas.
Keputusan kembali ke dunia malam sempat membuat istrinya khawatir. Sang istri mempertanyakan apakah Oklay mampu menahan diri agar tidak kembali terjerumus ke kehidupan lamanya. Oklay berjanji akan menjaga dirinya dan akhirnya mendapatkan izin. Pada 2 Januari 2003, ia mulai bekerja kembali di Mitas tanpa harus melalui proses tes yang panjang karena pengalamannya sebelumnya sebagai DJ.
Beberapa bulan pertama berjalan cukup baik. Oklay mengaku mampu menolak minuman keras dan menjaga jarak dari berbagai godaan, terutama perempuan. Namun semakin lama ia merasa pertahanannya mulai goyah. Ketika sekaligus mengambil pekerjaan sebagai marketing klub, interaksinya dengan tamu dan kehidupan malam semakin intens. Ia mulai mencari seseorang yang dapat membimbingnya secara agama agar mempunyai benteng yang lebih kuat.
Pertemuan dengan seorang pria bernama almarhum Zaki Mubarok kemudian membawanya ke sebuah padepokan di sekitar makam Sunan Panggung. Di sana Oklay diperkenalkan kepada seorang kiai yang ia panggil Kiai Amin. Kepada sang kiai, ia menjelaskan bahwa dirinya bekerja di dunia malam tetapi ingin mendapatkan pegangan agar tidak kembali terjerumus. Dari situlah ia mulai dikenalkan dengan wirid, amalan Surat Yasin, serta berbagai bentuk tirakat.
Tahap awal dimulai dengan puasa selama tujuh hari dan hanya mengonsumsi singkong ketika berbuka. Setelah berhasil melewatinya, Oklay melanjutkan hingga 14 hari. Menurut kesaksiannya, pada fase tersebut ia mulai merasakan pengalaman yang tidak biasa ketika sedang berwirid, seperti tubuhnya terasa terangkat dari posisi duduk. Kiai yang membimbingnya kemudian menyebut pengalaman tersebut berkaitan dengan energi spiritual yang muncul dari tirakatnya.
Oklay melanjutkan tirakat sampai 21 hari. Menurut penuturannya, semakin lama menjalani wirid, ia merasa seperti memasuki suasana yang berbeda dari dunia sehari-hari. Ia mengaku melihat cahaya putih, awan seperti muncul dari bacaan zikirnya, hingga mengalami perjumpaan dengan sosok yang dianggap ghaib. Pada kesempatan lain, ia juga mengaku didatangi sosok hitam berukuran besar yang seperti berusaha masuk ke dalam dirinya, tetapi gagal setelah ia membaca amalan yang biasa dilakukannya.
Setelah itu Oklay mulai mempunyai keinginan lain. Ia tidak lagi hanya meminta perlindungan dari godaan dunia malam, tetapi ingin kariernya meningkat, dikenal banyak orang, serta memperoleh penghasilan besar. Sang kiai kemudian menyarankan agar ia menyelesaikan tirakat selama 41 hari. Dengan pola puasa dan wirid yang telah diarahkan kepadanya, Oklay akhirnya menjalani proses panjang tersebut sambil tetap bekerja.
Sekitar 2006, Oklay merasakan perubahan besar dalam kariernya. Ia mulai sering mendapatkan pekerjaan DJ di berbagai kota dengan jadwal tampil beberapa kali dalam sebulan. Menurut pengakuannya, saweran dari pengunjung juga meningkat hingga mencapai jutaan rupiah dalam satu malam. Ia meyakini salah satu amalan yang dijalankannya saat itu membuat tamu lebih mudah memberikan saweran, meskipun hal tersebut merupakan keyakinan dan pengalaman pribadinya yang tidak dapat dibuktikan secara objektif.
Popularitas dan penghasilan yang meningkat justru membuat Oklay perlahan merasa lupa diri. Ia merasa lebih percaya diri dan mengaitkan beberapa kejadian, termasuk keberaniannya menghadapi orang-orang yang membuat keributan di tempat kerja, dengan hasil wirid yang selama ini dijalankannya. Kesuksesan yang dahulu selalu ia minta dalam doa akhirnya datang, tetapi bersamaan dengan itu ia mulai menjauh dari tujuan awalnya untuk membentengi diri.
Godaan yang paling berat datang ketika Oklay berkenalan dengan seorang perempuan yang masih kuliah. Hubungan tersebut berkembang menjadi perselingkuhan meskipun dirinya masih mempunyai istri dan anak. Setelah hampir satu tahun, perselingkuhan itu diketahui istri pertamanya. Rumah tangganya kemudian berakhir dengan perceraian, sementara Oklay memilih menikahi perempuan yang selama ini menjadi selingkuhannya. Ia mengakui keputusan tersebut telah menyakiti istri pertama yang justru selalu mendampinginya ketika berada di titik terendah.
Setelah menikah dengan istri kedua, Oklay semakin jarang datang ke padepokan. Pasangan tersebut tinggal di sebuah rumah lama yang menurut Oklay memiliki penghuni ghaib. Sang istri beberapa kali mengaku mengalami gangguan hingga suatu malam Oklay sengaja mencoba menghadapi sosok tersebut. Dalam kesaksiannya, ia melihat nenek tua yang menahan tangan, kaki, dan seperti mencekiknya. Oklay kemudian membaca amalan hingga sosok tersebut akhirnya menghilang.
Masalah rumah tangga kembali datang ketika istri keduanya mulai bekerja di lingkungan hiburan malam. Oklay mengaku beberapa kali mengetahui sang istri berselingkuh, tetapi selalu mencoba memaafkan karena masih sangat menyayanginya. Tekanan itu membuat kondisi Oklay memburuk hingga akhirnya ia memberanikan diri kembali ke padepokan. Sang kiai disebut sudah sejak awal menyarankan agar hubungan tersebut diakhiri karena dinilai tidak membawa kebaikan.
Karena masih sulit menerima kenyataan, Oklay sempat mengikuti cara lain dengan menggunakan barang pribadi istrinya yang kemudian ditanam di sekitar makam dengan harapan perempuan tersebut kembali kepadanya. Cara itu tidak menghasilkan apa yang diinginkannya. Kiai kemudian meminta Oklay menjalani tirakat lagi agar dirinya mendapat petunjuk mengenai siapa sebenarnya perempuan yang terus dipertahankannya tersebut.
Tirakat itu dilakukan langsung di sekitar makam Sunan Panggung. Dalam proses yang kembali berlangsung hingga sekitar 41 hari, Oklay mengaku mengalami perubahan suhu, aroma yang muncul tanpa sumber jelas, serta sebuah kayu penjalin yang tiba-tiba jatuh sangat dekat dari wajahnya ketika sedang berwirid. Ia juga mengaku memperoleh sebuah batu yang kemudian disimpannya. Sepanjang tirakat, doanya hanya satu: apabila istrinya memang baik, ia berharap dikembalikan, tetapi apabila tidak, ia meminta diperlihatkan kenyataan sebenarnya.
Sesaat setelah menyelesaikan tirakat, Oklay menerima telepon yang memberitahukan bahwa istrinya sedang bersama laki-laki lain di sebuah bioskop. Ia langsung mendatangi lokasi dan kemudian meminta sang istri mengakui hubungan tersebut. Setelah mendengar pengakuannya, Oklay akhirnya memutuskan perceraian. Ia menganggap kejadian itu sebagai jawaban atas doa yang terus dipanjatkannya selama menjalani tirakat.
Oklay kemudian sempat menikah untuk ketiga kalinya dengan perempuan yang dikenalnya dari lingkungan pekerjaan malam. Pernikahan itu bertahan sekitar tiga tahun sebelum kembali berakhir karena perbedaan pilihan hidup. Oklay yang mulai ingin meninggalkan dunia malam tidak sanggup ketika istrinya ingin kembali bekerja sebagai LC. Setelah berpisah, keinginannya untuk hijrah semakin kuat dan bertepatan dengan bulan Maulid ia mulai mengadakan kegiatan zikir, selawat, dan tawasul.
Perjalanan spiritual Oklay juga membawanya menjalani tirakat bersama beberapa murid pilihan sang kiai di kawasan Gunung Ciremai. Menurut ceritanya, mereka mendatangi sebuah tempat yang memiliki bekas ritual dan sebuah pohon besar yang oleh gurunya disebut sebagai wilayah makhluk ghaib. Oklay mengaku tidak mengalami gangguan berat selama tirakat tersebut, tetapi beberapa rekannya justru mengaku melihat sosok besar, ular, hingga mengalami keadaan seperti kehilangan kesadaran. Semua pengalaman tersebut ia pahami sebagai bagian dari perjalanan spiritualnya, bukan sesuatu yang dapat dipastikan secara faktual.
Di tempat kerjanya sendiri, Oklay juga mengaku berkali-kali mengalami kejadian mistis, mulai dari hembusan angin keras tanpa sumber jelas, benda berpindah, suara perempuan, hingga seorang guest DJ yang mengalami kondisi seperti kesurupan sebelum tampil. Setelah dipercaya menjadi manajer, Oklay akhirnya membuat kegiatan yang tidak biasa untuk sebuah diskotik: setiap malam Jumat para karyawan diajak berzikir, berselawat, dan bertawasul bersama. Menurut pengakuannya, gangguan yang sebelumnya sering dirasakan perlahan berkurang setelah kegiatan tersebut rutin dilakukan.
Dalam salah satu kegiatan itu, Oklay bersama para karyawan pernah berdoa agar diberikan hidayah serta pekerjaan yang dianggap lebih baik. Ketika Mitas kemudian berhenti beroperasi, ia memilih melihat peristiwa tersebut sebagai salah satu jawaban atas doa mereka. Oklay akhirnya benar-benar meninggalkan kehidupan malam dan kini lebih banyak menghabiskan waktu di pesantren serta padepokan untuk memperdalam agama. Setelah melewati narkoba, ketenaran, saweran jutaan rupiah, perselingkuhan, perceraian, tirakat hingga pengalaman yang ia yakini sebagai kejadian ghaib, Oklay merasa ketenangan yang dicari selama ini bukan berada di tengah gemerlap diskotik, melainkan ketika dirinya mampu kembali mendekat kepada Allah dan menyerahkan persoalan rezeki serta hidup kepada-Nya.
Tonton versi lengkap ceritanya di Youtube Malam Mencekam
Kisah nyata lain menanti⦠karena setiap pilihan gelap, pasti punya bayangan panjang.
