Kisah Teh Tika bermula dari usaha kue bolu rumahan yang dirintis ibunya sejak tahun 2000. Awalnya, keluarga tersebut hanya menerima pesanan dari kerabat dan menitipkan kue ke warung-warung di sekitar rumah. Berkat rasa yang disukai pelanggan, usaha itu perlahan berkembang hingga mampu memasok berbagai jenis bolu ke kantin-kantin pabrik yang memiliki ribuan karyawan.
Pada masa kejayaannya, usaha tersebut dapat memperoleh omzet bersih jutaan rupiah dalam sehari. Keluarga Teh Tika berhasil memiliki beberapa rumah, kendaraan operasional, dan berbagai aset lainnya. Setelah lulus sekolah pada tahun 2011, Teh Tika diminta ibunya tidak melanjutkan kuliah dan belajar membuat kue agar kelak dapat meneruskan usaha keluarga.
Teh Tika sempat mempelajari seluruh proses produksi, mulai dari mengoles loyang, menakar bahan, hingga membeli kebutuhan ke toko bahan kue. Namun, ia merasa tidak memiliki bakat dan sering melakukan kesalahan. Karena jenuh, Teh Tika mencari pekerjaan secara diam-diam dan diterima sebagai tenaga penjualan di sebuah pusat perbelanjaan. Ibunya akhirnya membiarkan keputusan itu karena memahami bahwa anaknya masih ingin mencari pengalaman.
Gangguan mulai muncul pada tahun 2013 ketika keluarga Teh Tika sedang memproduksi bolu pada pagi buta. Seluruh rumah tiba-tiba dipenuhi bau kotoran kucing yang sangat menyengat. Mereka mencari sumber bau tersebut ke berbagai sudut, tetapi tidak menemukan kotoran ataupun kucing. Pelanggan yang datang mengambil pesanan bahkan langsung mengeluhkan aroma tidak sedap tersebut.
Sekitar satu jam kemudian, para pelanggan kembali sambil membawa puluhan loyang bolu yang baru saja mereka ambil. Kue-kue itu mendadak berbau busuk dan dipenuhi jamur, seolah telah disimpan selama berhari-hari. Padahal, bolu tersebut baru selesai dibuat pada pagi yang sama. Uang pelanggan akhirnya dikembalikan dan seluruh kue terpaksa dibuang karena tidak mungkin dijual.
Keluarga Teh Tika memeriksa tepung, telur, bahan tambahan, serta seluruh peralatan yang digunakan. Tidak ditemukan bahan kedaluwarsa maupun kesalahan dalam proses produksi. Mereka mencoba membuat bolu untuk pesanan siang, tetapi kejadian serupa kembali terulang. Anehnya, setelah produksi dihentikan dan pintu rumah mulai ditutup, bau kotoran kucing itu mendadak menghilang.
Pada malam yang sama, Teh Tika mendapati rambutnya rontok secara tidak wajar. Setiap kali disentuh, rambutnya terlepas dalam jumlah banyak hingga memenuhi lantai. Ibunya mengira kerontokan itu terjadi karena rambut Teh Tika terlalu panjang dan tebal, lalu memintanya memotong rambut. Namun, setelah dipotong, kerontokan tersebut tetap berlangsung dan semakin parah.
Keesokan harinya, bau di rumah berubah menjadi aroma bangkai tikus. Sumbernya kembali tidak ditemukan, sedangkan bolu yang dibuat kembali membusuk dan berjamur. Dua kotak kue yang gagal dijual kemudian diberikan kepada seorang tetangga bernama Pak Eman untuk pakan ikan lele. Pagi berikutnya, Pak Eman datang dengan marah karena seluruh ikan di kolamnya ditemukan mati setelah memakan kue tersebut.
Keluarga Teh Tika harus mengganti kerugian Pak Eman dan menghentikan produksi karena modal mereka hampir habis. Sepulang bekerja, Teh Tika merasakan perut melilit, dada panas, dan tekanan pikiran setelah hubungan dengan kekasihnya berakhir. Saat menyisir rambut di depan cermin menjelang Magrib, ia mendengar suara memanggil namanya. Ketika menatap kaca, ia melihat sosok kuntilanak besar berdiri tepat di belakang tubuhnya.
Menurut penuturannya, sosok itu bertubuh gemuk dengan rambut basah dan tebal yang menutupi wajah. Tubuh serta rambutnya dipenuhi darah sehingga mata dan hidungnya tidak terlihat. Teh Tika melompat ke kasur, tetapi sosok tersebut menghilang. Tidak lama kemudian, tubuhnya mendadak tidak dapat digerakkan dan ia mendengar suara cakaran pada kasur di depan wajahnya.
Teh Tika berusaha membaca doa-doa pendek hingga akhirnya dapat membuka mata. Ia kembali melihat kuntilanak yang sama berada di atas kasur sambil menggaruk permukaannya dan terus memanggilnya. Setelah berhasil keluar dari kamar, Teh Tika memilih tidak langsung menceritakan kejadian itu kepada keluarganya. Ia mencoba tidur lagi, tetapi justru mengalami mimpi yang jauh lebih menyeramkan.
Dalam mimpi tersebut, Teh Tika berada di sebuah hutan menjelang Magrib. Rambutnya tiba-tiba ditarik hingga tubuhnya terseret dan kemudian diterbangkan berputar-putar di atas sebuah danau. Ketika melihat pantulan di permukaan air, ia mengetahui bahwa sosok yang menariknya adalah kuntilanak yang muncul di kamar. Teh Tika terus berteriak meminta pertolongan hingga akhirnya terbangun dalam keadaan berkeringat dan kehabisan tenaga.
Ketika menceritakan mimpinya, keluarga Teh Tika terkejut karena sang ibu ternyata mengalami mimpi serupa pada malam sebelumnya. Dalam mimpi itu, ibunya melihat Teh Tika diterbangkan di atas danau oleh kuntilanak bertubuh besar. Nenek Teh Tika mulai menduga bahwa keluarga mereka sedang mengalami gangguan yang tidak biasa. Namun, sang ibu masih menganggap semua itu sebagai bunga tidur dan memilih membawa Teh Tika ke dokter.
Dokter menduga kerontokan rambut Teh Tika dipengaruhi kondisi rambut yang tebal serta tekanan pikiran. Ia diberi vitamin, sampo, dan beberapa produk perawatan, tetapi kerontokan tidak berhenti. Teh Tika juga mulai merasa sangat senang ketika waktu Magrib tiba dan memiliki dorongan untuk keluar rumah, menari, atau bersenandung. Setelah Magrib berlalu, perasaannya kembali berubah menjadi sedih, takut, dan mudah menangis.
Gangguan itu ternyata juga dilihat oleh orang lain. Seorang atasannya di tempat kerja mengaku melihat kuntilanak berdiri di belakang Teh Tika, sedangkan rekannya melihat sosok serupa memegang kepalanya ketika ia pulang dalam keadaan hujan gerimis. Puncaknya terjadi ketika Teh Tika baru tiba di halaman rumah. Perutnya terasa seperti dipukul, lalu ia muntah darah bercampur gumpalan rambut beberapa kali.
Keluarga akhirnya membawa Teh Tika menemui seorang praktisi spiritual yang dipanggil Bunda. Setelah melakukan pemeriksaan menggunakan sebilah keris, Bunda menyatakan bahwa gangguan tersebut sebenarnya dikirimkan kepada ibu Teh Tika. Namun, menurut penjelasannya, serangan itu tidak dapat menempel karena sang ibu rajin beribadah. Gangguan tersebut kemudian beralih kepada Teh Tika yang pada masa itu mengaku sering meninggalkan salat.
Teh Tika diminta menjalani proses pembersihan selama tiga hari. Pada malam pertama, ia menaburkan beras di pintu depan, kolong tempat tidur, dan pintu belakang sambil membaca beberapa surat pendek. Sebilah golok juga diletakkan di bawah tempat tidur, sedangkan Teh Tika harus menjaga salat dan membaca doa hingga tertidur. Malam itu, untuk pertama kalinya ia dapat tidur dengan nyenyak.
Pada hari kedua, Teh Tika menaburkan tanah dengan cara yang sama. Karena sempat melewatkan salat Magrib, tumpukan loyang di dekatnya tiba-tiba jatuh seperti dilemparkan ke arahnya. Pada hari ketiga, ia mandi menggunakan air dan bunga tujuh rupa setelah menjalankan salat dengan lebih disiplin. Seusai mandi, kerontokan rambut yang sebelumnya sangat parah mendadak berhenti.
Pada pertemuan terakhir, Bunda membantu Teh Tika melihat orang yang diduga mengirimkan gangguan. Dalam penglihatannya, ia menyaksikan pertengkaran lama antara ibunya dan seorang tetangga dekat yang disamarkan sebagai Tante Tri. Perselisihan bermula dari limbah cangkang telur produksi kue, tetapi berkembang menjadi hinaan dan rasa iri. Teh Tika kemudian melihat Tante Tri memegang segenggam rambut, sementara beberapa kuntilanak keluar dari sebuah ruangan gelap di rumahnya.
Teh Tika kembali melihat dirinya berada di tepi danau bersama Tante Tri dan para kuntilanak. Atas arahan Bunda, ia memberanikan diri mengusir seluruh sosok tersebut hingga menghilang. Teh Tika menolak membalas serangan dan memilih memaafkan. Setelah itu, kesehatannya pulih dan usaha keluarganya kembali berjalan. Beberapa waktu kemudian, Tante Tri mengalami kecelakaan, menderita penyakit berat, dan akhirnya meninggal dunia. Teh Tika menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran untuk menjaga ibadah, tidak memelihara iri hati, serta tidak membalas kebencian dengan kebencian.
Tonton versi lengkap ceritanya di Youtube Malam Mencekam
Kisah nyata lain menanti⦠karena setiap pilihan gelap, pasti punya bayangan panjang.
