Di tepian rawa berselimut kabut pagi, di daerah Brebes, tersimpan legenda tua tentang Dewi Seringgi ratu siluman babi penjaga kekayaan duniawi. Mereka yang datang ke tempatnya membawa harapan akan harta dan keselamatan, tapi jarang ada yang pulang tanpa kehilangan sesuatu. Tahun 2018, Pak Agun, seorang karyawan dunia hiburan malam yang baru dipecat dari pekerjaannya, datang…
AJIAN SASTRA JENDRA: TUKANG PIJAT MENAKLUKKAN JIN
Seorang tukang pijat bernama Mas Marcel, di balik profesi biasa itu tersimpan rahasia besar ia adalah pemegang salah satu ajian tertua yang pernah dikenal dalam dunia spiritual Jawa Sastra Jendra, atau yang dijuluki sebagian orang sebagai “Mahkota Raja Iblis.” Kisahnya bermula saat Mas Marcel dikenalkan oleh temannya, Isal, pada seorang guru spiritual bernama Abah Akung,…
TALI POCONG DI LACI UANG: KISAH PEDAGANG AYAM POTONG YANG TERJERUMUS PESUGIHAN
Pasar tradisional selalu menyimpan cerita. Dari luar, deretan kios ayam potong tampak biasa: riuh suara pembeli, bau amis darah, pedagang sibuk menimbang. Namun di balik itu, ada kisah kelam tentang pedagang yang rela menempuh jalan ghaib demi melesat kaya. Mas Agung, pria muda lulusan SMA yang awalnya hanya membantu kakaknya berjualan ayam, menjadi saksi hidup…
PILIH PENJARA ATAU RITUAL KAMBING HITAM: JALAN BUNTU BANDAR BERAS TERLILIT HUTANG 3 MILIAR
Tahun 2019, hidup Kang Rizky berada di puncak kejayaan. Dari seorang sopir angkot di Kuningan, ia menjelma menjadi bandar beras dan telur dengan omset ratusan juta rupiah per minggu. Truk-truknya hilir mudik dari Cirebon, Demak, Wonosobo, hingga Banyumas. Gudang penuh stok, karyawan sibuk bongkar muat, dan keluarganya hidup berkecukupan. Namun hanya dalam dua tahun, semua…
MARKETING JIN DI REST AREA: KESAKSIAN MBAK TIA, DARI WARUNG SEPI KE OMZET 10 JUTA SEHARI
Di deretan kios rest area Pantura, persaingan dagang begitu ketat. Setiap warung menjajakan menu yang hampir sama: ayam goreng, lele, nasi goreng, kopi, mi instan. Namun dari luar, tak ada yang bisa menebak rahasia di balik ramainya satu warung dan sepinya warung lain. Mbak Tia merasakannya sendiri ketika ia membeli sebuah warung di rest area…