Tahun 2018, Teh Tina merasa hidupnya sedang di puncak. Ia sudah berkeluarga, punya dua anak, dan merintis usaha jual-beli kayu bersama suaminya dari nol. Perlahan usaha mereka naik buka cabang, punya pabrik gesek kayu, saudara ikut kerja uang terasa lancar, kebutuhan rumah terpenuhi, bahkan sempat terlintas rencana umrah. Di titik itu, Teh Tina mengaku terlalu…
Author: malam mencekam
WARISAN GUNUNG KAWI & ALAS ROBAN: TEROR PESUGIHAN KAIN LIRIS YANG MEMBURU BAYI DI KAMPUNG CUNGKRING
Kampung Cungkring (nama samaran) pernah hidup dalam suasana yang ganjil: siang hari tampak biasa, tapi malamnya seperti diselimuti ketakutan yang tidak bisa dijelaskan. Warga berbisik tentang bayi-bayi yang meninggal mendadak, tentang bekas hitam seperti cambukan di punggung, dan jejak cakar yang ukurannya melebihi tangan manusia. Desas-desusnya mengarah pada satu hal: pesugihan kuntilanak yang konon sudah…
7 HARI DI PETILASAN, 2 KARUNG UANG DATANG: KISAH MAS AGUS BANGUN PABRIK BERAS DARI JALUR GELAP, LALU TUMBANG DI JUMAT KLIWON
Mas Ojan mengenang tahun 2009 sebagai masa ketika hidup terasa “cukup”, tapi mimpi punya rumah sendiri masih seperti jauh. Ia bekerja sebagai pengepul roller “selip” komponen roda untuk mesin pabrik penggilingan padi berkeliling dari pabrik ke pabrik, mengumpulkan yang bekas, lalu menjualnya lagi ke pengepul. Suatu sore di pabrik selip milik seorang haji, Mas Ojan…
UANG GEPOKAN $100 DARI JIN, DITUKAR DI MONEY CHANGER: KESAKSIAN KANG HAKIM YANG “KECEPLOSAN” TERJEBAK PENARIKAN PETI GHAIB
Kang Hakim mengira tahun 2019 akan berjalan seperti biasa. Ia tinggal di Bandung, menjalani hidupnya sebagai wiraswasta setelah bertahun-tahun bekerja di Kalimantan. Namun awal Januari, dua tamu datang membawa masalah yang membuat suasana rumahnya berubah sejak langkah pertama mereka masuk: Andre (sepupu Kang Hakim) dan Pak Nurdin, seorang kenalan Andre yang sedang terjerat utang besar….
PESUGIHAN KELAS BERAT BOS SHOWROOM: GENTONG UANG PANTAI CILACAP, RITUAL NYI RORO KIDUL, DAN TUMBAL TUKANG RENOVASI
Mas Akmal mengingat tahun 2017 sebagai masa paling mencekam selama ia merantau. Waktu itu ia bekerja di Batam, Kepulauan Riau, di sebuah showroom mobil yang juga menjalankan bisnis rental kelas menengah ke atas. Bosnya sebut saja Bos Jefri terlihat mapan dan punya lingkaran pergaulan orang-orang berada. Mas Akmal pun merasa pekerjaannya aman, sampai satu kejadian…
